Kosong 27

Ditulis Oleh:

Muhammad Naufal Hanif 
(Program Studi Sosiologi Agama) 
Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jogja malam ini seperti biasa.

Tak lepas dari asmara sementara hingga sempurna.

Dari duduk manis hingga rebahan tangis

Yang menahan lapar hingga tak pernah lapar

Yang sudah menemukan rumah hingga yang hilang arah

Bahkan dari yang sibuk mempertajam gengsi hingga mereka yang 

ingin memulai mandiri

Semua tersaji dalam hidangan ruas ruas jalanan kota

Hingga ke dalam plosok plosok tempat paling sunyi

Terus berwarna terus bercengkrama terus berkelana

Banyak pikiran yang menjadikan tempat ini tujuan, 

tak kalah banyak juga yang menjadikanya pelarian

Aku senang.. aku gemar… 

melihat keramaian watak orang”

Menjadikan diri sebagai pelajar dari semua orang yang aku temui.

Rambu rambu kehidupan aku lihat dimana mana

Seakan jogja adalah mantra dari keambiguan yang belom ada jawabnya

Selamat mati sejenak untuk hidup dengan gelinding eksistensi esok hari

Untuk yang ketakutan dan bersembunyi

Untuk yang dibedakan dan diasingkan

Tegak dan hiduplah.


Vivamus.moreindem est 🌻


Komentar

Postingan Populer