Menciptakan Kebahagiaan dalam perspektif Psikologi Positif
Psikologi secara etimologi berasal dari Bahasa Yunani kuno,” psyche” yang berarti jiwa dan “logos” yang berarti ilmu. jadi secara istilah psikologi dapat diartikan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari atau mengkaji tentang perilaku dan gejala gejala kejiwaan seseorang.
Sejarah perkembangan psikologi juga besar dipengaruhi pada saat terjadinya perang dunia kedua yang terjadi pada tahun 1939-1945, dimana banyak masyarakat mengalami gangguan mental akibat terjadinya peperangan. Sehingga pada saat itupun banyak bermunculan teori-teori psikologi, seperti psikologi sosial modern yang digunakan sebagai upaya dalam mengatasi fenomena kesehatan mental masyarakat yang terjadi akibat perang.
Psikologi sosial modern sendiri merupakan disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana individu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain maupun lingkungan sekitarnya, yang secara tidak langsung berkaitan dengan kesehatan mental individu maupun kelompok yang ada.
Terlepas dari pengertian psikologi yang secara umum dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana proses penyembuhan mental individu maupun kelompok. Maka pada tahun 1998 seorang ilmuan psikologi kelahiran Albany New York Amerika serikat, bernama Martin Elias Peter Seligman, mengemukakan gagasan baru mengenai ilmu psikologi, yaitu psikologi positif, dimana pemikiran-pemikiran dan teori didalam ilmu psikologi positif ini banyak dipengaruhi oleh pendekatan humanistic.
Psikologi positif ini muncul pasca perang dunia kedua, dimana selain difokuskan pada penyembuhan mental korban perang, psikologi positif juga hadir untuk membantu meningkatkan kesejateraan hidup masyarakat kearah lebih positif dan bermakna, yang mampu menciptakan kekuatan dalam diri individu itu sendiri, setelah melewati begitu banyak ketakutan, kecemasaan, dan trauma- trauma pasca perang dunia berlansung.
Psikologi postif sendiri merupakan ilmu yang mengkaji tentang emosi-emosi positif untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dimana psikologi positif ini difokuskan pada pemahaman dan penjelasan tentang kebahagiaan atau well-being.
Menurut Martin Seligman dan Mihaly Csikszentmihalyi, seorang pendiri dan tokoh psikologi postif, mengatakan, “kami percaya bahwa pandangan mengenai sisi psikologi positif manusia akan muncul, sehingga manusia akan mencapai pemahaman ilmiah dan efektif untuk meningkatkan kualitas individu, keluarga, dan masyarakat. Psikologi positif juga bertujuan untuk menjadikan kehidupan normal lebih bermakna, bukan hanya sekedar mengobati penyakit mental semata.”
Jika pada umumnya ilmu psikologi hanya mengkaji tentang kekurangan manusia, maka berbeda dengan psikologi positif yang lebih mengkaji tentang kelebihan manusia itu sendiri. Yang dimana psikologi positif berfokus pada aspek-aspek positif kehidupan manusia, seperti aspek kebahagiaan, kepuasan, serta kekuatan untuk menuju kesejahteraan hidup.
Dalam psikologi positif, ada tiga teori yang dikemukaan oleh Martin Seligman, yaitu:
- Bagaimana manusia, bisa untuk merasakan emosi positif
- Bagaimana manusia mampu terlibat dalam aktivitas- aktivitas yang memberikan makna hidup
- Bagaimana manusia mampu untuk memiliki hubungan yang positif dengan orang lain.
Menurut Martin Seligman, “bahwasannya setiap manusia memiliki sebuah kapasitas untuk mengembangkan dan memperkuat karakter mereka sendiri, baik yang mencakup aspek ketabahan, ketahanan, dan rasa Syukur, yang dimana mampu membantu mereka dalam meningkatkan kesejateraan dan kebahagiaan hidup yang sedang dijalani.”
Kehadiran psikologi postif dalam kehidupan manusia sangat memberikan maanfaat yang begitu besar dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terlebih dalam pemecahan masalah yang sedang dialami oleh individu maupun kelompok yang ada. Sebagai contoh, seorang siswa yang memiliki masalah belajar dan selalu memiliki nilai yang buruk di kelasnya, memilih untuk semakin lebih giat belajar agar pada akhirnya mendapatkan nilai bagus daripada harus menyerah karena terlalu sering mendapatkan nilai yang buruk disetiap mata pelajaran. Disini bisa kita katakana bahwa siswa tersebut menerapkan psikologi positif dalam memecahkan masalah yang dimilikinya, yaitu menerapkan aspek ketekunan. Sehingga dengan penerapan aspek ketekunan tersebut, pada akhirnya akan mampu membuat siswa tersebut mendapatkan hasil yang dia inginkan dan membuatnya mampu untuk merasakan kebahagiaan.
Munculnya psikologi positif ini, tentunya diharapkan mampu mendorong manusia untuk menyadari aspek-aspek positif yang mereka telah miliki, sehingga dengan aspek-aspek tersebut manusia mampu mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik serta lebih bahagia, karena sejatinya, sesuatu hal yang negatif atau buruk sekalipun memiliki sisi yang positif atau baik, jika dikelola dengan cara yang positif.
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar