Umat Terbaik Bagi Manusia ?
Ditulis Oleh:
Umat Terbaik Bagi Manusia?
Begitulah kiranya klaim beberapa orang yang sangat bangga terhadap agamanya sendiri. Namun kemudian timbullah pertanyaan.
Apakah bisa mereka dibilang umat terbaik, apabila orang yang berusaha mengikuti penampilan sang Nabi dikatakan "Radikal"? Bahkan beberapa dari mereka mengatakan, "Kenapa gak sekalian naik unta?". Namun ada hal yang aneh dari orang yang berkata demikian. Saya tidak pernah mendengar mereka mempermasalahkan apabila ada orang yang meniru Ronaldo. Dan saya berani bersumpah, saya sama sekali tidak pernah mendengar mereka berkata kepada fans Ronaldo, "Kenapa gak naik Bugatti sekalian?". Sekarang ketika perbandingan ini disandingkan, bukankah baru kelihatan betapa rendahnya cara berpikir mereka?
Apakah pantas, gelar "umat terbaik" untuk kita, apabila seorang anak kecil takut untuk datang ke tempat ibadahnya hanya karena dia trauma pernah dimarahin dahulu? Apakah pantas mereka koar-koar mengatakan "Agama Damai" tapi disisi lain mereka pukul anaknya hanya karena bermain dalam masjid? Lalu kemudian mereka berkata, lalu mempertanyakan, "Para pemuda sudah tak mau lagi ke masjid, entah kenapa". Sungguh ironi yang menyedihkan. Lalu terkadang bodohnya, mereka malah menyalahkan zaman dan pergaulan, padahal mereka sendirilah yang menjerumuskan anak-anak ini tanpa sadar.
Bukankah sebuah keanehan, bila ada seorang yang bangga dengan masa keemasannya di masa lalu, lalu tiba-tiba datang orang lain "yang moderat" berkata, "Emas apanya, banjir darah iya". Akan tetapi disisi lain si paling moderat ini malah membanggakan kebudayaan lain. Apakah dia kira kebudayaan lain bisa mencapai masa keemasannya dengan senyuman saja? Betapa naifnya.
Apakah kita tidak malu, apabila kita mengaku-ngaku bahagia menjadi umat terbaik, umatnya Muhammad, tapi ketika ditanya, "Siapa sebenarnya Muhammad itu?" Maka tiba-tiba dia terdiam seribu bahasa.
Apakah kita pantas mengklaim umat terbaik, bila anak-anak kita lebih mengenal Spiderman, Superman, dan superhero lainnya ketimbang nabinya sendiri? Mereka mengatakan, "Jangan mendoktrin anak kecil". Betapa bodohnya mereka, apakah mereka kira film-film barat yang ia dewakan sama sekali tidak ada agenda dibaliknya?
Apakah boleh, seseorang mengklaim cinta Rasulullah, tapi ia sebenarnya tidak mengenal siapa Rasulullah itu? Cintanya hanya muncul ketika sedang terhimpit dan ketika sedang bereuforia karena berkumpul majlis, apakah itu bisa dibilang cinta? Bukankah orang yang sedang dimabuk cinta pasti akan mengenal yang dicintainya?
Apakah bisa dikatakan umat terbaik penyebar rahmat bagi seluruh alam, apabila kita masih membiarkan hal buruk terjadi hanya karena "budaya" dan "kebiasaan"? Memangnya siapa tuhanmu? Kebiasaankah?
Bukankah sebuah ironi, bila ada seseorang, yang berdiri diatas mimbar, lalu berkoar-koar, "Hiduplah sehat seperti nabi", namun ia sendiri tak pernah berolahraga? Namun ia sendiri hanya olahraga kalau ada event-event, lalu timbullah pertanyaan, "Apakah nabimu hanya ada di acara tertentu saja?"
Apakah bisa kita dikatakan umat terbaik, bila kita dihina sebagai agama yang keras, justru kita malah membalasnya dengan kekerasan? Bukankah itu malah membenarkan poinnya?
Apakah bisa kita dikatakan umat terbaik, apabila kita hanya berfokus pada ritual ketimbang pendidikan? Kita hanya berfokus membalik sendal guru kita ketika ia datang namun ketika pelajaran malah terlelap. Kita hanya fokus menundukkan diri bagai budak ketika ia lewat, tapi ketika ia tidak ada, maka seluruh aibnya kita preteli sehabis-habisnya. Begitukah perilaku umat terbaik?
Sekarang, carilah cermin, dan lihatlah kedalamnya, lalu katakan, "Aku adalah bagian dari umat terbaik". Saya jamin, ketika anda mengatakannya, keburukan anda akan berputar sendiri di kepala, hati anda akan menyalahkan diri sendiri, dan tiba-tiba badan anda akan malu tanpa sebab. Tidak percaya? Cobalah.



Aku adalah bagian dari umat terbaik, begitu narsisnya aku 😢
BalasHapus